Panduan Lengkap Be Going To dan Would Like To
![]() |
| Ilustrasi penggunaan Be Going To dan Would Like To |
HOME WORK - Pernahkah Anda merasa bingung saat ingin mengungkapkan rencana dalam bahasa Inggris? Terkadang kita merasa terjebak antara menggunakan kata akan yang biasa kita kenal dengan kata ingin yang terdengar lebih sopan. Dalam percakapan sehari-hari, memahami perbedaan antara be going to dan would like to bukan hanya soal tata bahasa atau grammar yang benar, melainkan soal bagaimana kita memposisikan diri dan menunjukkan tingkat kepastian kita kepada lawan bicara. Artikel ini akan mengupas tuntas kedua ekspresi tersebut dengan gaya bahasa yang santai agar Anda semakin percaya diri saat berbicara.
Memahami Esensi Expression of Intention
Sebelum masuk ke detail teknis, kita perlu memahami apa itu expression of intention. Secara sederhana, ini adalah cara kita memberitahu orang lain tentang apa yang ada di pikiran kita mengenai masa depan. Manusia adalah makhluk perencana. Kita merencanakan liburan, merencanakan makan malam, hingga merencanakan masa depan karier. Di sinilah be going to dan would like to mengambil peran penting. Meskipun keduanya sering diterjemahkan dengan makna yang mirip dalam bahasa Indonesia, atmosfer atau rasa yang dihasilkan dari kedua kalimat tersebut sangatlah berbeda.
Penggunaan be going to biasanya berkaitan dengan sesuatu yang sudah matang atau sudah diputuskan sebelumnya. Bayangkan Anda sudah membeli tiket konser pekan depan. Dalam situasi ini, Anda tidak lagi sekadar ingin pergi, tetapi Anda memang akan pergi. Di sisi lain, would like to adalah bentuk yang jauh lebih halus dan sering digunakan untuk menyatakan sebuah keinginan atau niat yang mungkin belum memiliki jadwal tetap, atau sekadar untuk menunjukkan kesopanan saat meminta sesuatu.
Kupas Tuntas Be Going To: Rencana yang Sudah Matang
Mari kita mulai dengan be going to. Rumus dasar dari ekspresi ini melibatkan to be seperti am, is, atau are yang kemudian diikuti oleh going to dan kata kerja bentuk pertama. Poin paling krusial dari penggunaan be going to adalah adanya niat yang sudah bulat. Ini bukan sekadar ide mendadak yang muncul saat Anda sedang mengobrol, melainkan sebuah rencana yang sudah Anda pikirkan sebelum percakapan itu terjadi.
Misalnya, jika Anda sudah menyiapkan semua bahan masakan di dapur sejak pagi, Anda akan mengatakan bahwa Anda akan memasak pasta malam ini. Penggunaan be going to di sini menunjukkan bahwa ada bukti nyata atau persiapan yang sudah dilakukan. Selain untuk rencana, be going to juga sering digunakan untuk membuat prediksi berdasarkan bukti yang terlihat saat ini. Jika Anda melihat langit yang sangat mendung dan gelap, Anda bisa mengatakan bahwa hujan akan turun. Anda tidak menggunakan kata akan yang lain karena buktinya sudah jelas ada di depan mata.
Dalam bahasa percakapan yang sangat santai, terutama dalam film atau lagu, Anda mungkin sering mendengar kata gonna. Ini adalah singkatan dari going to. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan gonna hanya berlaku dalam situasi tidak resmi. Jika Anda sedang menulis email kantor atau berbicara dalam forum formal, tetaplah gunakan bentuk lengkapnya agar terlihat profesional.
Keajaiban Would Like To: Antara Keinginan dan Kesopanan
Berpindah ke would like to, ekspresi ini adalah pahlawan dalam komunikasi yang sopan. Secara makna, would like to memiliki arti yang sama dengan want atau ingin. Namun, dalam budaya bahasa Inggris, kata want terkadang terdengar terlalu menuntut atau agresif jika digunakan kepada orang yang tidak terlalu akrab atau dalam situasi formal seperti di restoran atau kantor.
Would like to memberikan kesan bahwa Anda memiliki keinginan, namun Anda menyampaikannya dengan cara yang elegan. Struktur ini diikuti langsung oleh kata kerja dasar atau to infinitive. Menariknya, would like to tidak berubah bentuk berdasarkan subjeknya. Baik Anda menggunakan I, He, She, atau They, kata would tetap sama dan tidak berubah menjadi bentuk lain. Ini tentu memudahkan bagi Anda yang sering bingung dengan perubahan kata kerja.
Selain untuk menyatakan keinginan pribadi, would like to juga sering digunakan untuk menawarkan sesuatu kepada orang lain dengan cara yang sangat ramah. Saat Anda menjamu tamu di rumah, bertanya menggunakan would you like jauh lebih sopan daripada bertanya dengan do you want. Hal ini menciptakan suasana yang lebih hangat dan menghargai tamu tersebut. Dalam percakapan cepat, would sering disingkat menjadi tanda petik satu dan huruf d, seperti I'd like yang sangat umum digunakan oleh penutur asli.
Perbedaan Signifikansi: Niat vs Harapan
Mari kita pertajam pemahaman kita mengenai perbedaan keduanya melalui sebuah skenario sederhana. Bayangkan Anda sedang berada di sebuah pameran mobil. Jika Anda berkata bahwa Anda akan membeli mobil tersebut, itu berarti Anda sudah memiliki uangnya, sudah riset tipenya, dan mungkin tinggal menandatangani kontrak saja. Namun, jika Anda berkata bahwa Anda ingin atau would like to membeli mobil itu, itu berarti Anda merasa mobil itu bagus dan Anda memiliki hasrat untuk memilikinya, meskipun mungkin saat ini tabungan Anda belum cukup atau Anda belum membuat keputusan final.
Perbedaan ini sangat penting dalam membangun ekspektasi lawan bicara. Jika Anda berjanji kepada teman menggunakan be going to, teman Anda akan menganggap itu sebagai sebuah komitmen yang kemungkinan besar akan terjadi. Namun, jika Anda menggunakan would like to, teman Anda akan menangkapnya sebagai sebuah aspirasi atau cita-cita yang mungkin saja berubah di kemudian hari. Dengan memahami nuansa ini, Anda bisa menghindari salah paham dalam berkomunikasi.
Konteks Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam dunia kerja, penggunaan kedua ekspresi ini harus dilakukan dengan hati-hati. Saat Anda mempresentasikan proyek, gunakan be going to untuk menjelaskan langkah-langkah yang pasti akan dilakukan tim Anda. Ini akan memberikan kesan bahwa tim Anda memiliki rencana kerja yang solid dan terorganisir. Sebaliknya, gunakan would like to saat Anda ingin menyampaikan saran atau ide baru kepada atasan. Ini menunjukkan bahwa Anda menghargai pendapat mereka dan tidak terkesan memaksa.
Dalam situasi sosial, be going to sangat berguna untuk mengatur janji temu. Saat Anda sudah setuju untuk bertemu di sebuah kafe, menggunakan ekspresi ini memastikan bahwa semua orang berada di frekuensi yang sama. Sementara itu, would like to sangat ideal digunakan saat Anda berada di lingkungan baru atau sedang berkenalan dengan orang baru. Ini adalah cara terbaik untuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang memiliki tata krama yang baik.
Contoh Percakapan 1: Rencana Akhir Pekan (Situasi Santai)
Budi: Hi Sarah, do you have any plans for Saturday?
(Hai Sarah, apakah kamu punya rencana untuk hari Sabtu?)
Sarah: Yes, I am going to visit my grandmother in Bandung. I already bought the train ticket yesterday.
(Ya, aku akan mengunjungi nenekku di Bandung. Aku sudah membeli tiket keretanya kemarin.)
Budi: That sounds nice. I would like to go to Bandung too someday, but I am still very busy with work right now.
(Kedengarannya menyenangkan. Aku ingin pergi ke Bandung juga suatu hari nanti, tapi aku masih sangat sibuk dengan pekerjaan saat ini.)
Analisis: Sarah menggunakan am going to karena rencananya sudah pasti (sudah beli tiket), sedangkan Budi menggunakan would like to karena itu hanya sebuah keinginan yang belum tahu kapan akan terwujud.
Contoh Percakapan 2: Di Restoran (Situasi Formal/Sopan)
Waiter: Good evening, are you ready to order?
(Selamat malam, apakah Anda siap untuk memesan?)
Guest: Yes, I would like to order a medium-rare steak and a glass of red wine, please.
(Ya, saya ingin memesan steak tingkat kematangan medium-rare dan segelas anggur merah.)
Waiter: Certainly. I am going to bring your drink first while you wait for the steak.
(Tentu. Saya akan membawakan minuman Anda terlebih dahulu selagi Anda menunggu steaknya.)
Analisis: Tamu menggunakan would like to agar terdengar sopan saat meminta sesuatu. Pelayan menggunakan am going to karena itu adalah prosedur atau langkah kerja yang pasti akan dia lakukan segera.
Contoh Percakapan 3: Membahas Prediksi dan Cita-cita
Ani: Look at those dark clouds! It is going to rain very soon.
(Lihat awan-awan gelap itu! Hujan akan segera turun.)
Tono: You are right. I would like to stay at home and watch a movie instead of going out.
(Kamu benar. Aku lebih suka di rumah saja dan menonton film daripada pergi keluar.)
Ani: Good idea. I am going to make some hot chocolate for us.
(Ide bagus. Aku akan membuatkan cokelat panas untuk kita.)
Analisis: Ani menggunakan is going to untuk prediksi berdasarkan bukti (awan mendung). Tono menggunakan would like to untuk menyatakan preferensi atau pilihan yang lebih dia sukai. Kemudian Ani menggunakan am going to karena dia baru saja memutuskan sebuah tindakan nyata untuk dilakukan saat itu juga.
Contoh Percakapan 4: Rencana Karier (Situasi Profesional)
Manager: Where do you see yourself in five years?
(Di mana Anda melihat diri Anda dalam lima tahun ke depan?)
Employee: I would like to be a Senior Manager in this company. To achieve that, I am going to take a leadership certification course next month.
(Saya ingin menjadi Manajer Senior di perusahaan ini. Untuk mencapai hal itu, saya akan mengambil kursus sertifikasi kepemimpinan bulan depan.)
Analisis: Karyawan tersebut menggunakan would like to untuk menyatakan ambisi atau cita-cita besarnya. Lalu, dia menggunakan am going to untuk menunjukkan langkah nyata dan terjadwal yang akan dia ambil (kursus bulan depan).
Tips Tambahan untuk Anda
Dalam percakapan lisan, Anda bisa menyingkat kata-kata di atas agar terdengar lebih natural seperti penutur asli:
I am going to menjadi I'm gonna (Hanya untuk situasi tidak resmi).
I would like to menjadi I'd like to (Bisa digunakan dalam situasi resmi maupun santai).
Tips Menguasai Expression of Intention dengan Cepat
Cara terbaik untuk menguasai kedua ekspresi ini bukan dengan menghafal rumus di luar kepala, melainkan dengan mempraktikkannya dalam konteks nyata. Cobalah untuk mulai membuat jurnal harian pendek dalam bahasa Inggris. Setiap pagi, tuliskan apa yang benar-benar akan Anda lakukan hari itu menggunakan be going to. Kemudian, tuliskan juga apa yang Anda harapkan bisa terjadi atau apa yang ingin Anda capai di masa depan menggunakan would like to.
Selain menulis, cobalah untuk lebih peka saat menonton film atau mendengarkan podcast. Perhatikan kapan karakter menggunakan be going to dan kapan mereka memilih would like to. Biasanya, emosi dan situasi di layar akan memberikan petunjuk yang sangat jelas mengapa mereka memilih kata tersebut. Semakin sering Anda mendengar dan melihat konteksnya, semakin alami pula Anda akan menggunakannya dalam percakapan nyata. Jangan takut salah karena kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang terpenting adalah pesan Anda tersampaikan dengan niat yang benar.
Menutup Rencana dengan Percaya Diri
Memahami expression of intention adalah langkah besar dalam perjalanan belajar bahasa Inggris Anda. Dengan menguasai be going to, Anda menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang terencana dan memiliki visi yang jelas. Dengan menguasai would like to, Anda menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang sopan dan menghargai etika berkomunikasi. Keduanya adalah alat yang sangat kuat untuk membantu Anda mengekspresikan diri secara lebih akurat.
Sekarang, setelah memahami perbedaan mendalam antara rencana yang pasti dan keinginan yang sopan, Anda tidak perlu ragu lagi saat ingin berbicara tentang masa depan. Bahasa adalah jembatan, dan pilihan kata yang tepat adalah fondasi yang memperkuat jembatan tersebut. Teruslah berlatih dan jangan ragu untuk bereksperimen dengan berbagai kalimat dalam kehidupan sehari-hari Anda agar kemampuan bahasa Inggris Anda semakin meningkat setiap harinya.

Posting Komentar